Bahlil: 60 Persen Gas Blok Masela untuk Domestik, Sisanya Ekspor | Energi dan Ekonomi Indonesia
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Proyek LNG Abadi Blok Masela
- •Meningkatkan produksi gas alam
- •Memenuhi kebutuhan domestik
- •Pengembangan industri hilirisasi pupuk
- •Kontribusi ke perekonomian nasional
- •Peningkatan Pertumbuhan Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar
Proyek LNG Abadi Blok Masela merupakan salah satu proyek strategis pemerintah untuk meningkatkan produksi gas alam dan memenuhi kebutuhan domestik. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah memastikan bahwa mayoritas produksi gas dari proyek ini akan diprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri.
Menurut Bahlil, gas dari Blok Masela akan diproses menjadi 9,5 juta ton liquefied natural gas (LNG) per tahun dan 35 ribu barel kondensat per hari. Produksi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan lifting migas nasional dan memperkuat ketahanan energi Indonesia. Sementara itu, pasokan gas untuk kebutuhan domestik akan dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk berbagai industri strategis yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Salah satu contoh adalah pengembangan industri hilirisasi pupuk di kawasan Maluku. Bahlil menyebutkan bahwa sebagian pasokan gas akan digunakan untuk mendukung pengembangan industri hilirisasi pupuk di kawasan ini. Selain itu, pemerintah juga akan mengalokasikan pasokan gas dari Blok Masela kepada PT PLN (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (PGN), serta sejumlah perusahaan swasta.
Dengan demikian, proyek Blok Masela diharapkan dapat memberikan kontribusi langsung hingga US$37,8 miliar atau sekitar Rp680 triliun ke pendapatan negara. Proyek ini juga diperkirakan bakal menciptakan lapangan kerja besar dengan perkiraan menyerap 12 ribu tenaga kerja pada masa konstruksi dan sekitar 800-1.000 tenaga kerja pada saat operasi. Kontribusi ke perekonomian nasional bisa mencapai sekitar US$137,8 miliar, serta peningkatan Pertumbuhan Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Maluku sebesar US$95 miliar dan PDRB Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebesar US$92 miliar.
Bahlil juga menyebutkan bahwa pemerintah telah berkomitmen untuk memprioritaskan pekerjaan-pekerjaan di proyek ini untuk pengusaha lokal di wilayah ini. Ini sejalan dengan perintah Presiden untuk memastikan bahwa masyarakat daerah menjadi objek dan subjek pembangunan. Dengan demikian, proyek Blok Masela diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi perekonomian nasional dan masyarakat lokal.


