Bintang Alice in Borderland Didakwa atas Kekerasan terhadap Mantan Kekasih
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Aktor Jepang Nijiro Murakami didakwa atas kekerasan terhadap mantan kekasihnya
- •Penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian menemukan bahwa Murakami diduga menganiaya mantan kekasihnya empat kali
- •Murakami telah mengakui seluruh perbuatannya yang menyebabkan luka parah pada korban
Tokyo, 26 Juni 2026 - Aktor Jepang Nijiro Murakami resmi diserahkan ke pihak kejaksaan atas dugaan kasus penganiayaan berat terhadap mantan kekasihnya. Penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian menemukan bahwa Murakami diduga menganiaya mantan kekasihnya empat kali di rumahnya di Shibuya Ward, Tokyo, dua tahun lalu.
Menurut keterangan sumber yang dekat dengan penyelidikan, aksi kekerasan fisik tersebut melibatkan kekejian seperti menjambak rambut, membenturkan kepala korban ke jendela, dan jotos yang menyebabkan korban menderita cedera fisik serius. Atas tindakan berulang tersebut, Nijiro Murakami kini resmi dijerat dengan dakwaan menyebabkan luka fisik atau penganiayaan.
Pihak kepolisian meluncurkan penyelidikan mendalam setelah korban memberanikan diri untuk datang dan menceritakan seluruh kronologi kekerasan yang ia alami kepada polisi pada awal 2026. Saat menjalani proses pemeriksaan dan interogasi secara sukarela oleh tim penyidik, Murakami dilaporkan telah mengakui seluruh perbuatannya yang menyebabkan luka parah pada korban.
Informasi mengenai jadwal sidang terhadap Murakami belum tersedia. Namun, perlu diingat bahwa aksi kekerasan fisik ini merupakan tindakan yang sangat berbahaya dan tidak dapat diterima dalam masyarakat. Semua orang memiliki hak untuk hidup dengan aman dan nyaman, dan tindakan seperti ini harus diprotes dan dihukum.
Nijiro Murakami merupakan aktor kelahiran Tokyo yang mengawali langkahnya di dunia seni peran lewat debut akting dalam film Still the Water (2014). Sejak saat itu, namanya kian melambung di industri hiburan Jepang dan ia telah membintangi rupa-rupa judul drama serta film populer, termasuk Alice in Borderland, Asadora, dan Come Come Everybody. Namun, tindakan ini telah menghanguskan reputasinya dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggemar dan masyarakat umum.


