TERKINI
Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?
Klimatologi

Cuaca Kering Kian Dominan di Musim Kemarau, Masih Ada Hujan?

Oleh Redaksi Berita Hari

Cuaca Kering Kian Dominan di Musim Kemarau, Masih Ada Hujan?

Ringkasan Berita

  • Cuaca kering semakin dominan di Indonesia
  • Potensi hujan lebat masih ada di beberapa wilayah
  • BMKG memprediksi aktivitas gelombang atmosfer di Indonesia
  • Musim kemarau semakin meluas dan potensi hujan cenderung berkurang

Musim kemarau yang semakin meluas di Indonesia diprediksi tidak akan berlangsung tanpa adanya hujan. Meskipun cuaca kering semakin dominan, potensi hujan lebat secara lokal masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan bahwa pada Dasarian I Juli 2026, sekitar 72,19 persen wilayah Indonesia diprediksi berada pada kategori curah hujan rendah, sementara 27,80 persen lainnya berada pada kategori menengah. Hal ini menunjukkan bahwa suasana kering mulai lebih dominan di sebagian besar wilayah Indonesia, seperti Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

BMKG juga mengatakan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer di Indonesia, seperti Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial. Gelombang Kelvin diprakirakan aktif di Kep. Riau, Pesisir utara Riau, Kalimantan, Pesisir selatan Jawa, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Bali, NTB, NTT, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya. Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuatorial turut berpotensi mempengaruhi kondisi atmosfer di Sumatra Selatan, Lampung, Jawa bagian barat, Maluku, Maluku Utara, Kalimantan Utara, Papua Selatan, NTT, dan Sulawesi Tenggara.

Meskipun aktif di fase 7, secara spasial MJO berpotensi berpengaruh terhadap wilayah pesisir utara Aceh. Sementara itu, sirkulasi siklonik juga diprediksi aktif di sekitar pesisir Sumatra Selatan dan pesisir barat Sumatra. Kondisi tersebut berpotensi membentuk daerah perlambatan dan belokan angin di wilayah sekitarnya. Perlambatan, pertemuan, dan belokan angin juga diprakirakan terbentuk di Sumatra Barat, Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Papua Barat.

Faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan pengangkatan massa udara dan mendukung pertumbuhan awan hujan, sehingga masih menyebabkan potensi hujan di sejumlah wilayah. Selain itu, data BMKG pada awal Juli menunjukkan curah hujan tertinggi tercatat di Sumatra Barat (156 mm/hari), Sulawesi Utara (151 mm/hari), Sumatra Utara (90 mm/hari), Kalimantan Utara (84 mm/hari), dan Maluku Utara (57 mm/hari). Hal ini menunjukkan bahwa hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih terjadi secara lokal di beberapa wilayah Indonesia.

Pada saat yang sama, BMKG juga menekankan bahwa musim kemarau semakin meluas dan potensi hujan cenderung berkurang. Namun, tidak berarti bahwa hujan tidak akan pernah terjadi lagi. Oleh karena itu, masyarakat harus tetap siap menghadapi kondisi cuaca yang tidak terduga. Dengan demikian, masyarakat dapat terus menjaga keamanan dan kenyamanan hidupnya, terutama di wilayah yang rawan banjir atau longsor.

Pertanyaan Umum

Apakah cuaca kering semakin dominan di Indonesia?
Ya, cuaca kering semakin dominan di sebagian besar wilayah Indonesia
Apakah potensi hujan lebat masih ada di beberapa wilayah?
Ya, potensi hujan lebat masih ada di beberapa wilayah