TERKINI
Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?
Bisnis

IHSG Anjlok 1,28 Persen ke 5.820 di Awal Pekan: Analisis dan Reaksi Pasar

Oleh Redaksi Berita Hari

IHSG Anjlok 1,28 Persen ke 5.820 di Awal Pekan: Analisis dan Reaksi Pasar

Ringkasan Berita

  • IHSG anjlok 1,28 persen ke 5.820 di awal pekan
  • Investor melakukan transaksi sebesar Rp9,03 triliun
  • Sektor infrastruktur melemah 1,63 persen
  • Bursa saham Eropa dan Amerika melemah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia telah mencatat penurunan signifikan pada perdagangan Senin (29/6) sore, ditutup pada level 5.820. Penurunan ini terjadi setelah investor melakukan transaksi sebesar Rp9,03 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 15,22 miliar saham.

Analisis menunjukkan bahwa 214 saham mengalami kenaikan, sementara 449 saham mengalami koreksi, dan 149 saham stagnan. Dalam hal sektor, 10 dari 11 sektor indeks melemah, dipimpin oleh sektor infrastruktur yang mengalami penurunan sebesar 1,63 persen. Namun, sektor properti berhasil mengalami kenaikan sebesar 0,62 persen.

Pada level global, bursa saham di kawasan Asia terpantau bergerak di zona hijau. Indeks Shanghai Composite di China mengalami kenaikan sebesar 1,16 persen, indeks Straits Times di Singapura naik 0,18 persen, indeks Nikkei 225 di Jepang plus 0,15 persen, dan indeks Hang Seng Composite di Hong Kong 1,57 persen.

Namun, bursa saham Eropa terpantau kompak bergerak melemah. Indeks DAX di Jerman melemah 0,07 persen dan indeks FTSE 100 di Inggris minus 0,23 persen. Selain itu, bursa Amerika terpantau dominan di zona merah. Indeks S&P;500 melemah 0,05 persen, indeks NASDAQ Composite minus 0,24 persen, dan indeks Dow Jones turun 0,09 persen.

Dengan penurunan signifikan ini, investor dan pelaku pasar saham perlu berhati-hati dalam mengambil keputusan. Penurunan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perubahan kondisi ekonomi, politik, dan keuangan. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk melakukan analisis yang lebih mendalam dan mempertimbangkan berbagai faktor sebelum membuat keputusan investasi.

Dalam keseluruhan, penurunan IHSG pada perdagangan Senin (29/6) sore menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia masih sangat sensitif terhadap perubahan kondisi ekonomi dan keuangan. Namun, dengan keberanian dan pengetahuan yang memadai, investor dapat mengambil keuntungan dari situasi ini dan mempertahankan kinerja investasi mereka.

Pertanyaan Umum

Apa penyebab penurunan IHSG?
Penyebab penurunan IHSG dapat berupa perubahan kondisi ekonomi, politik, dan keuangan.