IHSG Mendarat ke 5.838, 378 Saham Merah, Porsi Investor Domestik Lebih Besar
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •IHSG Mendarat ke 5.838
- •378 Saham Merah
- •Porsi Investor Domestik Lebih Besar
- •Investor Asing Jual Bersih Rp537,25 Miliar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi I pada Senin (29/6) di zona merah, turun 57,19 poin atau minus 0,97 persen ke level 5.838. Ini berarti IHSG telah menutup perdagangan di level yang lebih rendah daripada saat pembukaan hari ini, yang berada di level 5.932.
Menurut laporan dari RTI Business, IHSG sempat mencapai level tertinggi 5.942 dan level terendah 5.834 selama sesi I. Hal ini menunjukkan adanya fluktuasi harga saham selama periode tersebut. Dengan demikian, para investor harus berhati-hati dalam membuat keputusan investasi.
Dari data yang diberikan, dapat diketahui bahwa sebanyak 244 saham menguat, 378 saham melemah, dan 183 saham tidak berubah. Hal ini menunjukkan bahwa beberapa saham masih memiliki potensi untuk berkembang, namun masih banyak saham yang mengalami penurunan harga. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.240,57 triliun, yang menunjukkan bahwa nilai total saham di Bursa Efek Indonesia masih sangat besar.
Volume perdagangan mencapai 7,51 miliar saham dengan nilai transaksi Rp4,03 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 683.717 kali. Data ini menunjukkan bahwa volume perdagangan masih cukup tinggi, namun nilai transaksi masih relatif rendah. Investor asing mencatat jual bersih sebesar Rp537,25 miliar di seluruh pasar, dengan jual bersih di pasar reguler sebesar Rp302,24 miliar dan di pasar negosiasi dan tunai sebesar Rp235,01 miliar.
Dari sisi volume perdagangan sebanyak 20,8 miliar saham, investor domestik mendominasi dengan porsi 76,64 persen atau sekitar 16,5 miliar saham. Sementara investor asing berkontribusi 23,36 persen atau sekitar 4,3 miliar saham. Dari sisi nilai transaksi sebesar Rp12,7 triliun, investor domestik menyumbang 58,97 persen atau sekitar Rp7,8 triliun, sedangkan investor asing berkontribusi 41,03 persen atau sekitar Rp5 triliun.
Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.539.665 kali transaksi. Investor domestik mendominasi dengan porsi 78,04 persen atau sekitar 1,3 juta kali transaksi, sedangkan investor asing berkontribusi 21,96 persen atau sekitar 241.154 kali transaksi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa investor domestik masih menjadi porsi terbesar dalam perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia.
Dalam keseluruhan, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia masih menunjukkan adanya fluktuasi harga. Namun, investor domestik masih menjadi porsi terbesar dalam perdagangan saham. Oleh karena itu, para investor harus tetap berhati-hati dalam membuat keputusan investasi dan selalu memantau perkembangan pasar saham.


