TERKINI
Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?
Kesehatan|Olahraga

Lighthouse Parenting: Pola Asuh yang Lebih Seimbang dan Bagus untuk Anak

Oleh Redaksi Berita Hari

Lighthouse Parenting: Pola Asuh yang Lebih Seimbang dan Bagus untuk Anak

Ringkasan Berita

  • Apa itu lighthouse parenting?
  • Perbedaan antara lighthouse parenting dan helicopter parenting
  • Manfaat lighthouse parenting bagi tumbuh kembang anak
  • Cara menerapkan lighthouse parenting

Lighthouse parenting adalah pola asuh yang menempatkan orang tua sebagai penuntun, bukan pengendali. Melalui pendekatan ini, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, percaya diri, dan siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Konsep ini dipopulerkan oleh dokter anak sekaligus pakar perkembangan remaja, Kenneth Ginsburg.

Lighthouse parenting dianggap sebagai alternatif yang lebih seimbang dibandingkan helicopter parenting, pola asuh yang dikenal terlalu protektif dan cenderung mengontrol kehidupan anak secara berlebihan. Jika diibaratkan sebagai mercusuar yang menerangi lautan, orang tua dalam lighthouse parenting berfungsi sebagai penunjuk arah bagi anak. Mereka hadir untuk memberikan bimbingan, membantu anak memahami risiko, serta menjadi tempat yang aman ketika anak menghadapi kesulitan.

Melansir Good Housekeeping, orang tua tidak mengendalikan setiap langkah dan keputusan anak. Sebaliknya, mereka memberikan ruang bagi anak untuk belajar dari pengalaman, mengambil keputusan sesuai usianya, dan memahami konsekuensi dari setiap pilihan yang dibuat. Pendekatan ini berupaya menyeimbangkan kasih sayang, aturan, perlindungan, dan kepercayaan. Anak tetap mendapatkan dukungan, tetapi juga diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan mengatasi masalah secara mandiri.

Penerapan lighthouse parenting diyakini memberikan sejumlah manfaat bagi tumbuh kembang anak, antara lain:

• Memperkuat hubungan antara orang tua dan anak melalui rasa saling percaya. • Mengurangi kecenderungan anak terlibat dalam perilaku berisiko. • Membantu anak memahami cara bangkit ketika menghadapi kegagalan.

Melalui pola asuh ini, anak tidak hanya belajar meraih keberhasilan, tetapi juga memahami cara menghadapi kegagalan dengan lebih baik. Meski sama-sama bertujuan melindungi anak, lighthouse parenting dan helicopter parenting memiliki pendekatan yang berbeda dalam praktiknya.

Pada helicopter parenting, orang tua cenderung terlibat dalam hampir seluruh aspek kehidupan anak. Mereka sering kali turun tangan untuk menyelesaikan masalah sebelum anak memiliki kesempatan mencari solusi sendiri. Sebaliknya, lighthouse parenting memberikan ruang bagi anak untuk menghadapi tantangan secara mandiri. Orang tua tetap mengawasi dan siap membantu jika diperlukan, tetapi tidak mengambil alih seluruh proses.

Orang tua dengan gaya helicopter parenting kerap menjadi pengambil keputusan utama, mulai dari urusan sekolah hingga aktivitas sehari-hari anak. Sementara itu, melansir Parent, dalam lighthouse parenting, anak didorong untuk ikut berpikir dan menentukan pilihannya sendiri. Orang tua memberikan arahan dan pertimbangan, tetapi tidak langsung memberikan jawaban atau solusi.

Pendekatan ini membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dalam mengambil keputusan. Keterlibatan yang terlalu besar dalam helicopter parenting dapat membuat anak merasa tertekan karena takut melakukan kesalahan atau mengecewakan orang tua. Sebaliknya, lighthouse parenting menciptakan rasa aman tanpa menghilangkan kebebasan. Anak memahami bahwa orang tua selalu siap mendukung, tetapi mereka juga dipercaya untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.

Kondisi tersebut dapat membantu anak mengembangkan kecerdasan emosional serta kemampuan mengelola stres dengan lebih baik. Helicopter parenting umumnya disertai pengawasan yang sangat ketat terhadap aktivitas anak. Di sisi lain, lighthouse parenting tetap memiliki aturan dan batasan yang jelas, tetapi penerapannya lebih fleksibel. Fokus utamanya bukan pada kontrol berlebihan, melainkan pada pembentukan tanggung jawab dan disiplin.

Apa itu lighthouse parenting dapat dipahami sebagai pola asuh yang menempatkan orang tua sebagai penuntun, bukan pengendali. Dengan keseimbangan antara dukungan dan kemandirian, pendekatan ini dinilai mampu membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, percaya diri, dan siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Pertanyaan Umum

Apa itu lighthouse parenting?
Lighthouse parenting adalah pola asuh yang menempatkan orang tua sebagai penuntun, bukan pengendali. Melalui pendekatan ini, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, percaya diri, dan siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan.