TERKINI
Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?
Ekonomi

OJK Minta Pemerintah Berikan Insentif ETF Emas Non Delivery

Oleh Redaksi Berita Hari

OJK Minta Pemerintah Berikan Insentif ETF Emas Non Delivery

Ringkasan Berita

  • OJK meminta pemerintah untuk memberikan insentif ETF emas non delivery
  • Pasar modal Indonesia perlu meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia
  • Pemerintah dapat memberikan dukungan untuk meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia
  • Pasar modal Indonesia dapat semakin maju dan mampu menarik lebih banyak partisipasi investor

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan bahwa pihaknya telah menemui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk membahas insentif perdagangan Exchange Traded Fund (ETF) emas non delivery. Insentif ini sangat penting bagi pengembangan pasar modal domestik, sehingga investor lebih banyak tertarik untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Pengembangan ETF emas non delivery adalah instrumen investasi berbasis kontrak dengan investor tidak menerima maupun menyimpan emas fisik saat bertransaksi. Dengan demikian, investor dapat berinvestasi di pasar emas tanpa harus memiliki emas fisik. OJK berharap bahwa insentif ini akan dapat meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di pasar emas.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menemui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk membahas insentif perdagangan ETF emas non delivery. OJK juga menyampaikan terkait rencana reformasi pasar modal yang telah dijalankan OJK bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Reformasi pasar modal yang dilakukan OJK bersama BEI adalah reformasi integritas pasar modal. Sebelumnya, pasar modal Indonesia telah mendapat perhatian dari lembaga penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI). Namun, kini pasar modal Indonesia telah menunjukkan perbaikan yang signifikan, sehingga MSCI telah memperhatikan kenaikan peringkat pasar modal Indonesia.

Selain itu, OJK juga meminta pemerintah untuk memberikan insentif fiskal untuk mendukung pengembangan instrumen investasi baru tersebut di pasar modal. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa insentif fiskal diperlukan untuk mendukung pengembangan instrumen investasi baru tersebut di pasar modal. Ia menjelaskan bahwa karakteristik produk investasi emas non delivery membutuhkan aspek pajak yang perlu disesuaikan.

Pengembangan instrumen investasi baru di pasar modal sangat penting bagi meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Dengan demikian, pasar modal Indonesia dapat semakin dalam dan mampu menarik lebih banyak partisipasi investor. Sebelumnya, BEI telah memastikan bahwa pengembangan produk baru di pasar modal tetap berjalan di tengah gejolak pasar dan tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan bahwa pengembangan instrumen investasi baru menjadi bagian dari upaya pendalaman pasar modal domestik. Ia juga menilai bahwa diversifikasi instrumen investasi diperlukan agar pasar modal Indonesia semakin dalam dan mampu menarik lebih banyak partisipasi investor. BEI juga tengah menyiapkan pengembangan produk derivatif dengan tambahan underlying baru, sehingga pasar modal Indonesia dapat semakin kompetitif.

Dengan demikian, pasar modal Indonesia dapat semakin maju dan mampu menarik lebih banyak partisipasi investor. OJK dan BEI telah berusaha keras untuk meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia, sehingga pasar modal Indonesia dapat semakin kompetitif dan maju.

Pemerintah juga dapat memberikan dukungan untuk meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Dengan demikian, pasar modal Indonesia dapat semakin maju dan mampu menarik lebih banyak partisipasi investor. Oleh karena itu, pemerintah perlu memberikan dukungan yang lebih besar untuk meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Dalam kesimpulan, OJK telah menemui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk membahas insentif perdagangan ETF emas non delivery. OJK juga menyampaikan terkait rencana reformasi pasar modal yang telah dijalankan OJK bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pemerintah juga dapat memberikan dukungan untuk meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia, sehingga pasar modal Indonesia dapat semakin maju dan mampu menarik lebih banyak partisipasi investor.

Pertanyaan Umum

Apa itu ETF emas non delivery?
ETF emas non delivery adalah instrumen investasi berbasis kontrak dengan investor tidak menerima maupun menyimpan emas fisik saat bertransaksi.