Penyeberangan Bakauheni-Merak Tetap Berlangsung Normal Meski Gunung Anak Krakatau di Siaga
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Penyeberangan Bakauheni-Merak tetap berlangsung normal
- •Operasional kapal berjalan normal
- •KSOP terus memantau aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni, Lampung, memastikan bahwa operasional penyeberangan Bakauheni-Merak dan sebaliknya masih berlangsung normal, aman, dan lancar. Hal ini disampaikan oleh Kepala KSOP Kelas IV Bakauheni, Suratno, di tengah meningkatnya aktivitas vulkanis Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang kini berada pada status Level III (Siaga).
Suratno menyatakan bahwa jalur penyeberangan Bakauheni-Merak masih berjalan aman dan lancar, serta operasional kapal juga berjalan normal. Ia mengimbau masyarakat pengguna jasa penyeberangan untuk tidak khawatir dan tetap mengikuti informasi resmi dari otoritas resmi dan pemerintah. Menurutnya, ada 28 unit kapal yang melayani jasa penyeberangan melalui tujuh dermaga yang beroperasi aktif di Pelabuhan Bakauheni.
KSOP terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau secara berkala melalui wilayah kerja KSOP yang berada di Pulau Sebesi. Mereka mengacu pada data informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk menentukan langkah-langkah keselamatan pelayaran di perairan Selat Sunda. Suratno juga mengatakan bahwa KSOP terus memonitor perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan mengikuti informasi resmi dari Kementerian ESDM melalui PVMBG sebagai dasar memantau kondisi aktivitas Gunung Anak Krakatau dan pengambilan langkah-langkah keselamatan pelayaran di Selat Sunda.
Meskipun aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni berlangsung aman dan lancar, KSOP telah mengumumkan kewaspadaan dini bagi seluruh pelaku pelayaran yang melintas di perairan Selat Sunda terkait peningkatan status Siaga Gunung Anak Krakatau. Para nakhoda kapal diminta untuk terus mewaspadai terhadap potensi letusan susulan Gunung Anak Krakatau, mulai dari lontaran material vulkanik, hujan abu, hingga gangguan teknis terhadap alat navigasi kapal. KSOP juga mengingatkan kepada semua kapal untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif selama status Level III (Siaga) masih diberlakukan.
Sampai hari ini, Senin ini, kondisi Gunung Anak Krakatau masih berada pada status Level III (Siaga). Masyarakat maupun kapal, terutama nelayan masih dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung api di perairan Selat Sunda tersebut. Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menurut hasil pemantauan sepanjang Senin (6/7) periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB pagi tadi, Gunung Anak Krakatau terpantau mengalami 4 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 3 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 7-19 detik, lalu 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 1-4 mm, dominan 1 mm.


