TERKINI
Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?
Bisnis

RANS Bongkar Alasan Lepas Bisnis Sepak Bola: Sulit Untung dan Tidak Menguntungkan

Oleh Redaksi Berita Hari

RANS Bongkar Alasan Lepas Bisnis Sepak Bola: Sulit Untung dan Tidak Menguntungkan

Ringkasan Berita

  • RANS melepas bisnis sepak bola
  • Keputusan melepas bisnis sepak bola RANS
  • Meningkatnya margin laba kotor RANS

PT RANS Entertainment Indonesia Tbk, sebuah perusahaan yang terlibat dalam berbagai bisnis, termasuk hiburan dan media, baru-baru ini mengumumkan keputusan melepas bisnis sepak bola, RANS FC. Pada hari Jumat, 10 Juli, Direktur Emtek Group dan CEO Emtek Media, Sutanto Hartono, menyampaikan alasan di balik keputusan tersebut dalam konferensi pers pencatatan perdana saham RANS di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

Menurut Sutanto, keputusan melepas bisnis sepak bola RANS merupakan bagian dari strategi perusahaan menjelang pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO). Ia menyebut bahwa beberapa bisnis yang tidak terlalu menguntungkan atau bahkan tidak punya prospek, seperti bisnis sepak bola, harus ditutup. Sutanto juga mengakui bahwa divestasi RANS FC sempat menyebabkan pendapatan perusahaan turun. Namun, langkah tersebut justru memperbaiki kualitas laba perusahaan.

Sutanto menjelaskan bahwa keputusan melepas bisnis sepak bola RANS didasarkan pada evaluasi yang dilakukan oleh perusahaan. Setelah dievaluasi, keputusannya adalah oke untuk RANS sebaiknya tidak masuk di bisnis sepak bola. Ia juga menambahkan bahwa margin laba kotor RANS meningkat dari sekitar 38 persen menjadi 43 persen. Kenaikan tersebut mencerminkan tren kinerja yang semakin positif dan lebih sehat bagi prospek bisnis RANS ke depan.

Dalam konferensi pers tersebut, Sutanto juga membahas tentang keputusan melepas bisnis sepak bola RANS dan dampaknya terhadap pendapatan perusahaan. Ia mengakui bahwa divestasi RANS FC sempat menyebabkan pendapatan perusahaan turun. Namun, langkah tersebut justru memperbaiki kualitas laba perusahaan. Sutanto juga menjelaskan bahwa keputusan melepas bisnis sepak bola RANS didasarkan pada evaluasi yang dilakukan oleh perusahaan.

Dalam kesimpulan, keputusan melepas bisnis sepak bola RANS dapat dianggap sebagai langkah strategis yang diambil oleh perusahaan untuk meningkatkan kinerja dan menghadapi prospek bisnis yang lebih baik di masa depan. Dengan meningkatnya margin laba kotor RANS, perusahaan dapat lebih stabil dan siap menghadapi tantangan di masa depan. Keputusan ini juga dapat dianggap sebagai contoh kesadaran perusahaan dalam menghadapi perubahan dan meningkatkan kinerja secara berkelanjutan.

Poin-poin penting dari artikel ini adalah: - RANS melepas bisnis sepak bola karena dinilai sulit untung. - Keputusan melepas bisnis sepak bola RANS merupakan bagian dari strategi perusahaan menjelang IPO. - Divestasi RANS FC menyebabkan pendapatan perusahaan turun, namun memperbaiki kualitas laba perusahaan. - Margin laba kotor RANS meningkat dari sekitar 38 persen menjadi 43 persen.

Faq: Q: Apa alasan RANS melepas bisnis sepak bola? A: RANS melepas bisnis sepak bola karena dinilai sulit untung.

Gambar: Sepak bola, RANS FC, bisnis, IPO

Pertanyaan Umum

Apa alasan RANS melepas bisnis sepak bola?
RANS melepas bisnis sepak bola karena dinilai sulit untung.