Rupiah Mengalami Penurunan Berat di Level Rp17.988 per Dolar AS Pagi Ini
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Rupiah mengalami penurunan berat di level Rp17.988 per dolar AS pagi ini
- •Penurunan ini disebabkan oleh melemahnya mata uang Garuda dan pergerakan mayoritas mata uang Asia
- •Rupiah bergerak di kisaran Rp17.950 hingga Rp18.050 per dolar AS pada perdagangan hari ini
Nilai tukar rupiah terus mengalami penurunan berat di level Rp17.988 per dolar AS pada perdagangan Rabu (9/7) pagi. Pergerakan ini disebabkan oleh melemahnya mata uang Garuda 8 poin atau 0,04 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Penurunan ini juga dipicu oleh pergerakan mayoritas mata uang Asia yang tertekan terhadap dolar AS.
Dalam beberapa jam terakhir, Peso Filipina melemah 0,26 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,28 persen, dolar Singapura turun 0,07 persen, dan yen Jepang melemah 0,16 persen. Namun, beberapa mata uang Asia berhasil menguat terhadap dolar AS, seperti Yuan China terapresiasi 0,08 persen dan won Korea Selatan naik 0,24 persen. Dolar Hong Kong bergerak stabil dan tidak mengalami perubahan signifikan.
Di sisi lain, mata uang utama negara maju bergerak bervariasi. Euro Eropa turun 0,05 persen, poundsterling Inggris melemah 0,04 persen, dan franc Swiss terdepresiasi 0,11 persen. Sebaliknya, dolar Australia menguat 0,12 persen, sedangkan dolar Kanada bergerak stabil. Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah berpeluang menguat terbatas terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini setelah cadangan devisa Indonesia meningkat.
Lukman Leong memperkirakan bahwa rupiah diperkirakan berpeluang menguat terbatas terhadap dolar AS didukung oleh data cadangan devisa yang naik kemarin. Namun, investor masih mengantisipasi rilis indeks kepercayaan konsumen siang ini yang diperkirakan meningkat ke level 125. Eskalasi konflik Timur Tengah juga turut memberikan tekanan terhadap pergerakan rupiah. Menurut Lukman Leong, rupiah bergerak di kisaran Rp17.950 hingga Rp18.050 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
Penurunan nilai tukar rupiah dapat mempengaruhi beberapa aspek ekonomi Indonesia, seperti impor dan ekspor. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa di Indonesia. Oleh karena itu, perlu diwaspadai oleh pemerintah dan masyarakat agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan nilai tukar rupiah yang terjadi.


