Rupiah Terancam Jebol Rp18 Ribu, Pengamat Wanti-wanti Jadi Level Baru
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Rupiah terpantau melemah 43 poin atau 0,24 persen ke level Rp17.995 per dolar AS
- •Sentimen eksternal mempengaruhi nilai tukar rupiah
- •Bank Indonesia harus mencegah rupiah bertahan terlalu lama di atas level Rp18 ribu per dolar AS
Pengamat pasar keuangan memandang peluang penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS cenderung terbatas akibat dinamika sentimen eksternal. Rupiah telah terpantau melemah 43 poin atau 0,24 persen ke level Rp17.995 per dolar AS pada perdagangan Kamis (2/7) akibat meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) dan menjelang rilis data ketenagakerjaan nonfarm payrolls (NFP) AS.
Analisis pengamat pasar keuangan menunjukkan bahwa sentimen eksternal ini membuat peluang penguatan rupiah masih terbatas. Bahkan, beberapa analis memprediksi bahwa rupiah berpotensi menyentuh level psikologis Rp18 ribu per dolar AS. Hal ini disebabkan oleh ekspektasi yang relatif rendah akan penambahan tenaga kerja AS pada Juni, yang dapat memperbesar peluang The Fed mempertahankan sikap hawkish.
Sentimen eksternal yang mempengaruhi nilai tukar rupiah juga dipengaruhi oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Namun, pengamat pasar keuangan juga mengingatkan bahwa Bank Indonesia (BI) harus mencegah rupiah bertahan terlalu lama di atas level Rp18 ribu per dolar AS. Itu karena level ini sangat penting dan dapat menjadi level baru bagi rupiah.
Dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, beberapa pengamat pasar keuangan menilai bahwa BI masih memiliki ruang untuk kembali menaikkan suku bunga acuan. Mereka berpendapat bahwa kenaikan suku bunga memang berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi, namun stabilitas nilai tukar tetap perlu menjadi prioritas. Dengan demikian, rupiah dapat tetap stabil dan tidak tertekan oleh sentimen eksternal.
Dalam menilai kemampuan BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, Lukman Leong, analis DOO Financial Futures, mengatakan bahwa masih ada ruang minimal 50 basis poin sampai 6,25 persen untuk kenaikan suku bunga acuan. Hal ini didasarkan pada kebijakan BI yang telah memangkas suku bunga, sehingga masih ada ruang untuk peningkatan suku bunga demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Dengan demikian, rupiah dapat tetap stabil dan tidak tertekan oleh sentimen eksternal.


