TERKINI
Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?
Politik|Olahraga

Selain Bupati Langkat, KPK Juga Tangkap 1 ASN dan 5 Swasta dalam Operasi Tangkap Tangan

Oleh Redaksi Berita Hari

Selain Bupati Langkat, KPK Juga Tangkap 1 ASN dan 5 Swasta dalam Operasi Tangkap Tangan

Ringkasan Berita

  • KPK menangkap Bupati Langkat
  • 7 orang ditangkap dalam OTT
  • Dugaan suap proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perkim Langkat

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya melawan korupsi di Indonesia. Pada Kamis, 2 Juli, KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Langkat, Syah Afandin. Namun, bukan hanya Bupati Langkat yang ditangkap, melainkan 1 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 5 orang pihak swasta juga turut ditangkap.

OTT dilaksanakan di tiga lokasi, yaitu Langkat, Binjai, dan Medan. Tim penyelidik KPK berhasil mengamankan 7 orang dalam operasi tersebut. Dari 7 orang tersebut, 1 orang adalah penyelenggara negara, 1 orang adalah ASN di Kabupaten Langkat, dan 5 orang lainnya adalah pihak swasta. Bupati Langkat sendiri merupakan salah satu dari 7 orang yang ditangkap.

Menurut Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Bupati Langkat akan dibawa ke Jakarta pada siang hari ini untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pada saat itu juga, KPK menemukan barang bukti dugaan tindak pidana berupa uang senilai ratusan juta rupiah. Uang tersebut merupakan bagian dari fee proyek yang diberikan oleh pihak swasta kepada Bupati Langkat.

Dugaan suap proyek ini terkait dengan suap proyek-proyek di Dinas Pendidikan dan juga Dinas Perkim Kabupaten Langkat. Budi Prasetyo juga mengatakan bahwa akan didalami lebih lanjut, apakah ada penerimaan-penerimaan lainnya atau gratifikasi yang dilakukan oleh Bupati atau penyelenggara negara di wilayah Langkat.

KPK terus berupaya melawan korupsi di Indonesia. Dengan melakukan operasi senyap ini, KPK berharap dapat menegakkan hukum dan memastikan bahwa kebenaran dan keadilan dapat dipenuhi. KPK juga berharap dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap instansi pemerintah dan membangun kepercayaan diri masyarakat terhadap kebenaran dan keadilan.

Dalam masa mendatang, KPK akan terus berupaya meningkatkan penegakan hukum dan memajukan keadilan di Indonesia. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap instansi pemerintah akan meningkat dan kebenaran dan keadilan akan dapat dipenuhi.

Pertanyaan Umum

Siapa yang ditangkap dalam OTT?
Bupati Langkat dan 6 orang lainnya, yaitu 1 ASN dan 5 orang pihak swasta.