Spesifikasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Kapal Pertama Indonesia dari Italia
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Kapal induk pertama Indonesia
- •Spesifikasi Giuseppe Garibaldi
- •Pembangunan infrastruktur di Lampung
- •Kemampuan pertahanan militer Indonesia
Kapal induk pertama Indonesia, Giuseppe Garibaldi, akan segera tiba di Indonesia pada Oktober 2026. Kapal ini dikirimkan oleh Italia sebagai hadiah untuk meningkatkan kemampuan pertahanan militer Indonesia. Menurut Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama Tunggul, pembangunan infrastruktur di Pangkalan TNI AL (Lanal) Lampung masih berlangsung untuk menyambut kapal ini. Fasilitas labuh dan sandar kapal sudah dalam tahap pembangunan dan diharapkan selesai sebelum kapal tiba di Indonesia. Pembangunan ini merupakan komitmen pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kemampuan pertahanan militer dan meningkatkan keamanan di wilayah laut.
Spesifikasi kapal induk ini menunjukkan kemampuan yang sangat baik. Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter dan dapat melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam. Kapal ini dapat menampung kru yang besar, yaitu sekitar 600 kru inti kapal, 230 personel grup udara, sekitar 100 personel komando, dan dalam kondisi tertentu dapat mengangkut hingga 600 pasukan komando tambahan. Kapal ini juga dilengkapi dengan sistem penggerak konfigurasi COGAG (Combined Gas Turbine and Gas Turbine) yang dibagi dalam dua ruang mesin terpisah demi faktor keselamatan.
Kapal ini juga dilengkapi dengan kemampuan lepas landas jarak pendek dan pendaratan vertikal (STOVL). Meskipun fitur ini membatasi jenis pesawat yang bisa dibawa, Garibaldi tetap mampu mengangkut berbagai helikopter untuk misi serbu. Kapal ini juga memiliki sistem pertahanan diri yang terbilang sangat kuat jika dibandingkan dengan kapal induk standar milik Angkatan Laut AS yang biasanya sangat bergantung pada kapal pengawal.
Kapal induk ini memiliki sejarah penting bagi Italia. Giuseppe Garibaldi menjadi kapal dek penerbangan pertama yang pernah dibangun untuk Angkatan Laut Italia. Kabarnya, kapal ini sedang melakukan upgrade besar di Taranto, Italia, sebelum diserahkan ke angkatan laut Indonesia. Kapal ini telah terlibat dalam berbagai operasi udara tempur di wilayah Somalia, Kosovo, Afghanistan, dan Libya.
Pembangunan kapal ini dilakukan di fasilitas galangan kapal Monfalcone. Pemotongan lempeng baja pertama dimulai pada 28 April 1980, diikuti oleh perakitan blok pertama pada 9 September tahun yang sama. Seluruh blok kapal selesai dirakit pada 31 Januari 1983, dan struktur bangunan atas rampung pada 19 April. Kapal ini akhirnya resmi diluncurkan pada 4 Juni 1983 dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh Perdana Menteri Amintore Fanfani dan Menteri Pertahanan Lelio Lagorio. Uji coba laut perdana dimulai pada 3 Desember 1984, dan kapal resmi diserahterimakan pada 30 September 1985. Garibaldi menjadi kapal perang terbesar milik Italia kala itu, meskipun dimensinya masih lebih kecil jika dibandingkan dengan rancangan era Regia Marina lawas atau kapal induk Aquila yang tak sempat selesai.
Kapal induk ini akan digunakan untuk memperkuat pertahanan militer Indonesia dan meningkatkan keamanan di wilayah laut. Dengan spesifikasi yang sangat baik, kapal ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pertahanan militer Indonesia dan menjadi salah satu kekuatan utama di wilayah laut.


