Tren Estetika Bergeser: Wajah Natural Kini Jadi Incaran Gen Z
Oleh Redaksi Berita Hari

Tren perawatan estetika terus mengalami perubahan, dari wajah dramatis menjadi wajah natural. Generasi muda, khususnya Gen Z, tidak lagi menginginkan perubahan yang drastis, melainkan hasil natural, segar, dan tetap terlihat seperti diri sendiri. Perubahan tren ini juga dipengaruhi oleh keinginan tampil sehat dan awet muda.
Perubahan tren ini dapat dilihat pada berbagai prosedur estetika yang semakin diminati, seperti skin booster, filler, collagen stimulator, dan kombinasi beberapa prosedur yang disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing. Namun, banyaknya pilihan justru kerap membuat orang bingung menentukan perawatan yang paling sesuai. Founder Beauty Sister Clinic, Elizabeth Lisa, mengatakan tidak ada satu jenis treatment yang cocok untuk semua orang.
Menurut Lisa, setiap individu memiliki kondisi kulit, struktur wajah, serta proses penuaan yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang bersifat personal. Dokter akan menentukan prioritas perawatan setelah melihat kebutuhan masing-masing orang. Evaluasi dokter tidak hanya melihat kondisi kulit, tetapi juga mempertimbangkan anatomi wajah, proporsi, simetri, hingga ekspresi sehingga hasil akhir tetap harmonis dan alami.
Penuaan merupakan proses alami yang tidak bisa dihindari. Seiring bertambahnya usia, kulit secara bertahap kehilangan elastisitas dan kekenyalannya sehingga mulai muncul tanda-tanda penuaan seperti kulit kendur, garis halus, hingga keriput. Salah satu penyebab utamanya adalah berkurangnya produksi kolagen, protein yang berfungsi sebagai penopang alami kulit. Saat kadar kolagen menurun, kulit menjadi kurang kencang dan elastis.
Menurut Lisa, penurunan kolagen sebenarnya sudah dimulai sejak usia 20 tahun. Mulai usia 20 tahun, kolagen yang hilang sekitar 1 persen setiap tahun. Pada usia 40 tahun, sekitar 20 persen kolagen sudah hilang. Jadi lebih baik melakukan perawatan sebagai pencegahan daripada menunggu tanda penuaan semakin banyak yang akhirnya membutuhkan biaya lebih besar.
Maraknya konten kecantikan di media sosial membuat banyak orang tertarik mencoba berbagai prosedur estetika. Namun, Lisa mengingatkan agar masyarakat, khususnya Gen Z yang baru pertama kali mencoba treatment, tidak memilih prosedur hanya karena sedang viral. Ia menyarankan setiap orang berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang kompeten agar mendapatkan rekomendasi perawatan sesuai kebutuhan.
Menurutnya, evaluasi dokter tidak hanya melihat kondisi kulit, tetapi juga mempertimbangkan anatomi wajah, proporsi, simetri, hingga ekspresi sehingga hasil akhir tetap harmonis dan alami. Pemilihan terapi sebaiknya dilakukan berdasarkan kebutuhan masing-masing melalui konsultasi dengan dokter yang kompeten sehingga hasil yang didapat tidak hanya optimal, tetapi juga tetap natural, harmonis, dan aman.
Seiring berkembangnya teknologi estetika, pendekatan kombinasi beberapa treatment kini semakin banyak digunakan dibandingkan hanya mengandalkan satu prosedur. Salah satu kombinasi yang mulai banyak diminati adalah collagen stimulator PLLA-SCA (Poly-L-Lactic Acid-Sterile Carboxymethylcellulose) dengan filler berteknologi NASHA dan OBT. Menurut Lisa, PLLA-SCA bekerja merangsang pembentukan kolagen alami tubuh sehingga membantu mengencangkan kulit, meningkatkan elastisitas, sekaligus memberikan efek lifting secara bertahap.
Sementara itu, filler NASHA dan OBT memiliki karakteristik berbeda untuk menyesuaikan kebutuhan setiap area wajah. Area yang membutuhkan struktur lebih kuat menggunakan teknologi NASHA, sedangkan area yang lebih banyak bergerak menggunakan OBT yang lebih fleksibel. Dengan dua teknologi ini, dokter dapat melakukan personalized treatment sehingga hasilnya lebih natural, proporsional, dan sesuai kebutuhan masing-masing pasien.
Ia menambahkan, efek collagen stimulator PLLA-SCA dapat bertahan hingga sekitar 25 bulan atau sekitar dua tahun dan dapat diaplikasikan bersamaan dengan filler karena keduanya bekerja pada area dan mekanisme yang berbeda. Kombinasi tersebut dinilai mampu memberikan hasil yang lebih optimal dalam mengatasi tanda-tanda penuaan dan memberikan wajah yang lebih natural, segar, dan tetap terlihat seperti diri sendiri.
Excerpt: Tren estetika bergeser, wajah natural kini jadi incaran Gen Z. Perubahan tren ini dipengaruhi oleh keinginan tampil sehat dan awet muda. Berbagai prosedur estetika semakin diminati, namun perlu konsultasi dengan dokter yang kompeten untuk mendapatkan rekomendasi perawatan sesuai kebutuhan.
Summary: - Tren estetika bergeser, wajah natural kini jadi incaran Gen Z. - Perubahan tren ini dipengaruhi oleh keinginan tampil sehat dan awet muda. - Berbagai prosedur estetika semakin diminati. - Perlu konsultasi dengan dokter yang kompeten untuk mendapatkan rekomendasi perawatan sesuai kebutuhan. - Kombinasi treatment PLLA-SCA dan filler NASHA/OBT dapat memberikan hasil yang lebih optimal.
FAQ: - Q: Apa yang menyebabkan tanda-tanda penuaan? - A: Penyebab utamanya adalah berkurangnya produksi kolagen, protein yang berfungsi sebagai penopang alami kulit.
Image Keywords: Natural Skin, Anti Aging, Esthetic Treatment


