Universitas Republik Indonesia: Lembaga Baru untuk Membentuk Pemimpin Indonesia
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Universitas Republik Indonesia (URI) diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto
- •Donny Ermawan dan Yos Sunitoyoso dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur URI
- •URI akan mendirikan 10 kampus unggulan Garuda
Presiden Prabowo Subianto meluncurkan lembaga baru bernama Universitas Republik Indonesia (URI) dengan tujuan untuk melahirkan para calon pemimpinan instansi pemerintah. Donny Ermawan dan Yos Sunitoyoso dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur URI. Lembaga ini diharapkan dapat mengkonsolidasikan dan mengintegrasikan beberapa pendidikan yang sudah ada sebelumnya.
Donny Ermawan, Wakil Menteri Pertahanan, kini juga menjabat sebagai Gubernur URI. Sementara itu, Yos Sunitoyoso, seorang ilmuwan dan akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), menjabat sebagai Wakil Gubernur URI. Mereka akan bertanggung jawab untuk melaksanakan visi URI dalam membentuk para calon pemimpin yang kompeten dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.
URI akan mendirikan 10 kampus unggulan Garuda yang akan menjadi pusat pendidikan bagi para calon pemimpin. Gubernur URI akan membawahi tiga lembaga, yakni Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan, Badan Pengelola Sekolah Unggulan, dan Badan Pengelola Perguruan Tinggi. Lembaga Administrasi Negara juga akan bergabung dengan URI dan akan melakukan pembinaan terhadap para calon pegawai BUMN.
Saat ini, Lembaga Administrasi Negara hanya melakukan pembinaan terhadap para ASN, tetapi dengan bergabungnya URI, tugas mereka akan diperluas untuk melibatkan para calon pegawai BUMN. Kampus URI akan dibangun di Bogor, Jawa Barat, dengan lahan yang berasal dari bekas perkebunan sawit PTPN. Kampus tersebut akan berjalan seperti kampus pada umumnya dengan lulusan sarjana.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa URI mengadopsi model lembaga-lembaga yang disiapkan untuk melahirkan para calon pemimpin di banyak negara lain. Misalnya, di Perancis, ada École nationale d'administration (ENA) yang kini telah berubah menjadi Institut National du Service Public (INSP), sebuah lembaga pendidikan bagi calon pejabat pemerintahan. Melalui model serupa, pemerintah berharap para calon pemimpin di Indonesia memiliki kemampuan teknis sekaligus wawasan kebangsaan yang kuat.
Prasetyo juga menekankan bahwa para calon pemimpin di Indonesia harus memiliki kemampuan teknis maupun wawasan kebangsaan yang kuat. Mereka harus dapat menjalankan amanah untuk kepentingan kebangsaan dan negara. Dengan demikian, URI diharapkan dapat menjadi lembaga yang efektif dalam membentuk para calon pemimpin yang kompeten dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.


