Bandara di Australia Mulai Pakai Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Pesawat
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Bandara Brisbane di Australia mulai menggunakan minyak jelantah sebagai bahan bakar pesawatnya
- •Bahan bakar minyak jelantah dipilih karena Australia merupakan salah satu negara yang cukup terdampak oleh lonjakan harga minyak dunia
- •Banyak bandara di Queensland yang dikabarkan akan mulai membeli bahan bakar minyak jelantah
- •Inisiatif bandara Brisbane untuk menggunakan bahan bakar minyak jelantah mendapatkan dukungan dari banyak pihak
Bandara Brisbane di Australia menjadi bandara pertama di negara itu yang memakai minyak jelantah sebagai bahan bakar pesawatnya. Minyak jelantah yang dihasilkan oleh Viva Energy melalui Terminal Pinkenba di Brisbane dicampur dengan bahan bakar reguler yang sudah ada. Bahan bakar campuran jelantah ini diproduksi melalui proses yang kompleks yang melibatkan perbaikan tangki penyimpanan, pembangunan sistem sertifikasi, dan akuntansi untuk melacak dan memperhitungkan manfaat lingkungan dari bahan bakar tersebut.
Bahan bakar minyak jelantah ini dipilih karena Australia merupakan salah satu negara yang cukup terdampak oleh lonjakan harga minyak dunia. Pada awalnya, Australia menghadapi banyak tantangan dalam memastikan pasokan dan memperkuat pasokan ke negara ini. Namun, mengetahui di mana dibutuhkan dan bagaimana cara mengirimkannya ke sana di tengah lonjakan permintaan yang terjadi sangatlah penting. Meskipun Australia pada akhirnya berhasil melewati krisis dengan "sangat baik", CEO Viva Energy, Scott Wyatt, menyoroti permintaan yang menggarisbawahi pentingnya transisi ke bahan bakar rendah karbon.
Transisi ini merupakan perjalanan penting bagi Australia, tetapi akan memakan waktu lebih lama dari yang diinginkan. Scott Wyatt juga menjelaskan bahwa tangki di Brisbane merupakan bagian dari program yang lebih luas yang mencakup fasilitas impor bahan bakar penerbangan berkelanjutan di Victoria dan proyek-proyek kilang Geelong untuk memproses bahan baku biogenik sebagai pengganti sebagian minyak mentah. Dengan pengaturan kebijakan yang tepat dari pemerintah, Australia berpotensi mengganti sekitar sepertiga minyak mentah dengan bahan baku biogenik, yang merupakan langkah berarti menuju pengurangan emisi bahan bakar hidrokarbon yang diolah saat ini.
Kepala eksekutif Brisbane Airport Corporation, Gert-Jan de Graaff, mengatakan bahwa ini adalah langkah maju yang signifikan dan diperlukan. "Kemampuan untuk mendistribusikan bahan bakar penerbangan berkelanjutan langsung ke semua pesawat di Bandara Brisbane adalah sebuah terobosan besar, tidak hanya untuk bandara, tetapi juga untuk maskapai penerbangan dan penumpang yang menggunakan bandara ini," katanya. Selain Brisbane, beberapa bandara di Queensland juga dikabarkan akan mulai membeli bahan bakar tersebut. Dengan adanya bahan bakar minyak jelantah ini, diharapkan dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan menjaga lingkungan hidup yang lebih seimbang.
Bandara Brisbane juga telah melakukan perbaikan tangki penyimpanan berkapasitas 3,3 juta liter dan pembangunan sistem sertifikasi serta akuntansi untuk melacak dan memperhitungkan manfaat lingkungan dari bahan bakar tersebut. Dengan demikian, bandara ini dapat meningkatkan kemampuan untuk mendistribusikan bahan bakar penerbangan berkelanjutan langsung ke semua pesawat di Bandara Brisbane. Ini merupakan langkah besar yang dapat membantu meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan mengurangi dampak negatif dari aktivitas penerbangan.
Banyak pihak yang telah mendukung inisiatif bandara Brisbane untuk menggunakan bahan bakar minyak jelantah. Mereka percaya bahwa ini merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan mengurangi dampak negatif dari aktivitas penerbangan. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap bandara dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup di sekitar bandara.
Kini, bandara Brisbane menjadi contoh bagi bandara-bandara lain di Australia untuk mengikuti langkah tersebut. Banyak bandara di Queensland yang dikabarkan akan mulai membeli bahan bakar minyak jelantah. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan untuk mendistribusikan bahan bakar penerbangan berkelanjutan langsung ke semua pesawat di bandara-bandara tersebut. Ini merupakan langkah besar yang dapat membantu meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan mengurangi dampak negatif dari aktivitas penerbangan.


