Cara Hemat Baterai Mobil Listrik Saat Road Trip
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Cara menghemat baterai mobil listrik
- •Menggunakan mode berkendara Eco
- •Memanfaatkan teknologi regenerative braking
- •Mengatur suhu kabin
- •Menjaga kecepatan stabil
- •Mempersiapkan kendaraan sebelum berangkat
Mobil listrik semakin populer sebagai pilihan kendaraan untuk road trip karena menawarkan biaya operasional yang lebih hemat. Selain menentukan rute dan lokasi tujuan, pengemudi juga perlu memahami cara mengelola konsumsi energi agar baterai tidak cepat terkuras selama perjalanan. Dengan demikian, pengemudi dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman dan hemat energi.
Baterai menjadi komponen utama yang menentukan seberapa jauh mobil listrik dapat bergerak. Karena itu, kebiasaan berkendara hingga pemanfaatan fitur kendaraan berpengaruh besar terhadap jarak tempuh yang dapat dicapai. Dengan memahami cara mengelola konsumsi energi, pengemudi dapat meningkatkan efisiensi baterai dan menikmati perjalanan yang lebih lancar.
Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghemat baterai mobil listrik:
Hampir seluruh mobil listrik modern dibekali mode berkendara Eco yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi energi. Saat mode ini diaktifkan, respons pedal akselerator menjadi lebih halus, penggunaan tenaga dibatasi secara lebih efisien, dan sistem pendingin kabin bekerja lebih hemat energi. Mode Eco disarankan menjadi pilihan utama, terutama ketika melintasi jalan tol atau ruas jalan panjang dengan kecepatan yang relatif konstan.
Pengemudi dapat memanfaatkan teknologi regenerative braking yang memungkinkan energi saat kendaraan melambat dikonversi kembali menjadi listrik untuk mengisi baterai. Teknik yang dikenal sebagai one-pedal driving tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi energi, terutama saat menghadapi lalu lintas padat, lampu merah, maupun jalan menurun.
Selain itu, pengemudi juga dapat mengatur suhu kabin pada kisaran 24-25 derajat Celcius dan memanfaatkan mode resirkulasi udara agar sistem pendingin bekerja lebih efisien. Kecepatan berkendara juga memiliki pengaruh besar terhadap konsumsi energi baterai. Semakin tinggi kecepatan, hambatan udara yang harus dilawan kendaraan juga meningkat sehingga kebutuhan daya bertambah.
Karena itu, menjaga kecepatan tetap stabil dan menghindari akselerasi maupun deselerasi mendadak dapat membantu memperpanjang jarak tempuh. Fitur cruise control juga dapat dimanfaatkan untuk menjaga kecepatan konstan selama perjalanan.
Perencanaan rute juga menjadi faktor penting saat melakukan perjalanan jauh menggunakan mobil listrik. Memilih jalur yang lebih landai, minim kemacetan, dan memiliki akses ke stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dapat membantu mengoptimalkan penggunaan baterai. Saat ini sejumlah aplikasi navigasi juga telah menyediakan fitur khusus kendaraan listrik yang dapat memperhitungkan topografi jalan, kondisi lalu lintas hingga lokasi titik pengisian daya.
Pengemudi disarankan mulai mencari lokasi pengisian saat kapasitas baterai berada di kisaran 20-30 persen. Untuk pengguna mobil listrik yang dapat diisi memakai pengisian cepat, kita dapat memanfaatkannya. Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk mengisi baterai dengan sistem fast charging bervariasi, tapi berkisar 20-30 menit dari 30-80 persen.
Waktu tersebut dapat dimanfaatkan pengemudi untuk beristirahat, atau makan. Persiapan kendaraan sebelum berangkat juga memengaruhi efisiensi baterai selama perjalanan. Tekanan ban yang kurang dari rekomendasi pabrikan dapat meningkatkan hambatan gulir dan membuat konsumsi energi bertambah hingga 3-5 persen. Selain itu, beban kendaraan yang terlalu berat juga akan membuat baterai bekerja lebih keras.
Dengan memahami cara mengelola konsumsi energi, pengemudi dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman dan hemat energi. Oleh karena itu, pengemudi disarankan untuk selalu memperhatikan kebiasaan berkendara, memanfaatkan fitur kendaraan, dan mempersiapkan kendaraan sebelum berangkat untuk memaksimalkan penggunaan baterai mobil listrik.


