TERKINI
Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?
Bisnis|Ekonomi

IHSG Ambrol ke Level 5.920, Mengapa Saham-Saham Meradang?

Oleh Redaksi Berita Hari

IHSG Ambrol ke Level 5.920, Mengapa Saham-Saham Meradang?

Ringkasan Berita

  • IHSG Ambrol ke Level 5.920
  • 447 Saham Meradang Siang Ini
  • Investor Asing Membukukan Jual Bersih
  • Investor Domestik Mendominasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (8/7) siang. Berdasarkan data dari RTI Business, IHSG melemah 66,34 poin atau 1,11 persen ke level 5.920. Perubahan signifikan ini disebabkan oleh konsolidasi saham-saham yang bergerak di zona merah.

Pada sesi I, IHSG dibuka di level 5.984 dan bergerak di zona merah dengan level terendah di 5.897 dan tertinggi di 5.984. Dalam pergerakan ini, sebanyak 447 saham terkoreksi, 197 saham menguat, dan 142 saham bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.374,72 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,13 juta kali transaksi.

Volume perdagangan mencapai 12,25 miliar saham dengan nilai transaksi Rp5,22 triliun. Investor asing masih membukukan jual bersih sebesar Rp176,83 miliar di seluruh pasar. Di pasar reguler, investor asing mencatat jual bersih Rp205,38 miliar, sedangkan di pasar negosiasi dan tunai terjadi beli bersih Rp28,55 miliar. Berdasarkan volume perdagangan sebanyak 22,4 miliar saham, investor domestik mendominasi dengan porsi 84,49 persen atau sekitar 18,9 miliar saham.

Dari sisi nilai transaksi sebesar Rp10,4 triliun, investor asing membukukan pembelian Rp3,9 triliun dan penjualan Rp4,0 triliun. Sementara investor domestik mencatat pembelian Rp6,5 triliun dan penjualan Rp6,3 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.673.273 kali transaksi. Investor domestik mendominasi dengan porsi 82,36 persen atau sekitar 1,38 juta kali transaksi. Sedangkan investor asing berkontribusi 17,64 persen dengan rincian 239.637 kali transaksi pembelian dan 350.556 kali transaksi penjualan.

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa investor domestik masih memiliki peran penting dalam mengendalikan pasar saham. Dengan porsi yang besar, investor domestik mencatat pembelian dan penjualan yang signifikan. Sementara itu, investor asing masih membukukan jual bersih, tetapi dengan nilai yang lebih kecil dibandingkan dengan investor domestik. Dengan demikian, perlu dilakukan analisis lebih lanjut untuk memahami alasan perubahan signifikan ini dan bagaimana investor dapat mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi perubahan pasar saham ini.

Dalam menghadapi perubahan pasar saham ini, investor perlu memiliki strategi yang tepat untuk mengelola risiko dan meningkatkan keuntungan. Dengan memahami analisis pasar dan melakukan analisis yang lebih lanjut, investor dapat mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi perubahan pasar saham ini.

Pertanyaan Umum

Mengapa IHSG Ambrol ke Level 5.920?
IHSG Ambrol ke Level 5.920 karena konsolidasi saham-saham yang bergerak di zona merah.