Indonesia Siap Menghadapi Era Internet 6G? Kesiapan Masyarakat dan Pemerintah
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Indonesia harus siap menghadapi era Internet 6G
- •Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama
- •Penambahan spektrum frekuensi baru diperlukan
Indonesia adalah salah satu negara yang akan menghadapi era Internet 6G di masa depan. Teknologi jaringan telekomunikasi 6G sudah mulai digunakan secara global di beberapa negara, tetapi apakah Indonesia siap mengadopsinya? Menurut Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Sarwoto Atmosutarno, pemanfaatan pita frekuensi 6GHz dan kesiapan menuju 6G perlu dilakukan jauh sebelum teknologi tersebut hadir secara komersial.
Dalam sebuah wawancara dengan CNBC, Sarwoto menyatakan bahwa Indonesia harus siap menghadapi era 6G ini. Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi jaringan 5G di Indonesia masih belum maksimal, dengan penetrasi 5G di atas 70 persen di beberapa negara lain, sedangkan Indonesia belum mencapai 10 persen.
Namun, Sarwoto juga menyatakan bahwa tidak masalah jika Indonesia langsung lompat ke 6G, asalkan bergantung pada pemanfaatan kegiatan ekonomi dan non-ekonomi yang bisa didapatkan. Ia menyatakan bahwa market akan menjawab kebutuhan pengguna jika mereka lebih senang menggunakan 6G untuk kegiatan ekonomi dan non-ekonomi.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga telah menilai perlunya penambahan spektrum frekuensi baru untuk mendukung pengembangan teknologi jaringan seluler 6G. Direktur Penataan Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit, dan Standardisasi Infrastruktur Digital Komdigi Adis Alifiawan mengatakan bahwa kapasitas spektrum seluler nasional setelah proses lelang pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz diperkirakan mencapai sekitar 712 MHz.
Namun, kebutuhan spektrum untuk implementasi jaringan 6G pada masa mendatang diperkirakan akan jauh lebih besar sehingga diperlukan upaya penyiapan pita frekuensi tambahan. Spektrum frekuensi yang tersedia saat ini dinilai belum cukup untuk digunakan mengembangkan jaringan 6G.
Adis juga menyatakan bahwa setiap operator diperkirakan membutuhkan sekitar 200 MHz spektrum frekuensi untuk dapat mengoperasikan layanan 6G secara optimal. Sementara itu, pita frekuensi terbesar yang saat ini tersedia melalui proses lelang hanya menyediakan sekitar 190 MHz.
Dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia harus siap menghadapi era Internet 6G. Masyarakat dan pemerintah harus bekerja sama untuk memastikan bahwa Indonesia siap mengadopsi teknologi ini.
Dengan penambahan spektrum frekuensi baru dan kesiapan menuju 6G, Indonesia dapat meningkatkan kapasitas jaringan dan cakupan layanan. Selain itu, pemerintah juga harus memastikan bahwa teknologi 6G dapat diintegrasikan dengan kegiatan ekonomi dan non-ekonomi yang ada.
Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi salah satu negara yang siap menghadapi era Internet 6G di masa depan.


