7 Ciri Testosteron Tinggi pada Perempuan, Bisa Pengaruhi Penampilan dan Kesehatan Reproduksi
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Ciri-ciri testosteron tinggi pada perempuan
- •Gejala-gejala hiperandrogenisme pada perempuan
- •Perubahan hormon pada perempuan
- •Kesehatan reproduksi dan psikologis pada perempuan
Banyak anggapan bahwa testosteron adalah hormon yang identik dengan laki-laki. Padahal, normalnya perempuan juga memproduksi hormon ini dalam jumlah kecil melalui ovarium dan kelenjar adrenal. Testosteron bersamaan dengan hormon estrogen, berperan dalam menjaga kesehatan jaringan reproduksi hingga fungsi ovarium.
Namun, jika kadar hormon testosteron terlalu tinggi, kondisi ini dapat memengaruhi banyak aspek pada perempuan, mulai dari suasana hati, perilaku, penampilan fisik, hingga kesehatan reproduksi perempuan. Dikutip dari laman Cleveland Clinic, kondisi kelebihan hormon androgen, termasuk testosteron, dikenal sebagai hiperandrogenisme. Kondisi ini dialami sekitar 5-10 persen perempuan usia reproduktif dan paling sering berkaitan dengan gangguan hormonal seperti PMOS (yang dulunya disebut PCOS).
Lantas, apa saja ciri perempuan yang memiliki kadar hormon testosteron tinggi? Berikut beberapa gejala yang kerap dialami perempuan dengan kadar testosteron yang tinggi. Salah satu tanda paling umum adalah munculnya rambut yang lebih tebal di area wajah, seperti dagu, kumis, atau pipi, serta di dada, punggung, dan perut. Kondisi yang disebut hirsutisme ini umumnya dipicu oleh ketidakseimbangan hormon androgen.
Ciri lainnya adalah perubahan hormon yang signifikan dapat membuat suara terdengar lebih dalam atau berat dibandingkan sebelumnya. Meski tidak selalu terjadi, gejala ini termasuk salah satu tanda hiperandrogenisme. Testosteron yang tinggi dapat meningkatkan produksi minyak (sebum) di kulit sehingga memicu jerawat yang membandel, terutama di area wajah, dada, dan punggung.
Selain itu, kelebihan testosteron juga dapat mengganggu proses ovulasi sehingga menstruasi menjadi tidak teratur, lebih jarang, atau berlangsung lebih lama dari biasanya. Sebagian perempuan dengan kadar testosteron tinggi mengalami peningkatan massa otot, sementara ukuran payudara dapat tampak mengecil akibat perubahan hormonal. Ditambahkan dari laman Health, kadar testosteron yang terlalu tinggi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis.
Perempuan dengan testosteron tinggi, terutama yang berkaitan dengan PMOS/PCOS diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan suasana hati, seperti kecemasan (anxiety) dan depresi. Meski tidak dialami semua perempuan, perubahan hormon dapat membuat emosi seseorang naik-turun atau mengalami perubahan perilaku tertentu. Demikian beberapa tanda tingginya hormon testosteron pada perempuan, yang perlu diwaspadai oleh para perempuan untuk menjaga kesehatan reproduksi dan emosi mereka.
Dalam beberapa kasus, perubahan hormon dapat menyebabkan perubahan fisik pada kulit dan rambut. Selain itu, perubahan hormon juga dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi perempuan, seperti infertilitas atau kesulitan mengandung. Oleh karena itu, penting bagi perempuan untuk menjaga kesehatan hormonal mereka dan untuk berkonsultasi dengan dokter jika mereka mengalami gejala-gejala tersebut.
Perlu diingat bahwa setiap perempuan memiliki kadar hormon yang berbeda-beda, dan beberapa perempuan mungkin tidak mengalami gejala-gejala tersebut. Namun, jika perempuan memiliki gejala-gejala tersebut, mereka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Dengan demikian, perempuan dapat menjaga kesehatan reproduksi dan emosi mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.


