Manfaat Makan Bersama untuk Kesehatan Mental: Lebih dari Kenyangan
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Makan bersama membantu mengurangi rasa kesepian
- •Makan bersama memperkuat hubungan sosial
- •Makan bersama melatih batasan diri
- •Makan bersama memperbaiki suasana hati
Makan bersama bukan hanya soal mengisi perut, tetapi juga tentang membangun hubungan sosial dan meningkatkan kesehatan mental. Aktivitas sederhana ini telah dipercaya membawa manfaat bagi kesehatan emosional dan mental. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi 4 manfaat makan bersama yang dapat meningkatkan kesehatan mental.
Makan bersama telah menjadi kebiasaan yang umum di berbagai budaya. Terkadang, momen makan bersama keluarga, teman, atau pasangan digunakan untuk merayakan sesuatu, berbincang, hingga mempererat kedekatan. Dalam dunia kesehatan, kebiasaan makan bersama dikenal sebagai commensality, yakni praktik makan dan minum di meja yang sama dengan orang lain. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kebiasaan ini membawa manfaat bagi kesehatan mental dan emosional.
Salah satu manfaat terbesar dari makan bersama adalah membantu mengurangi rasa kesepian. Terapis trauma somatik sekaligus licensed marriage and family therapist Chloe Bean menjelaskan bahwa makan bersama membuat interaksi sosial terasa lebih alami dibanding sekadar mengobrol. Berbagai penelitian juga menemukan bahwa orang yang rutin makan bersama cenderung memiliki tingkat kebahagiaan lebih tinggi dan tingkat stres lebih rendah. Pada kelompok lansia, kebiasaan ini bahkan dinilai mampu mengurangi isolasi sosial serta meningkatkan kualitas hidup.
Makan bersama juga menjadi sarana sederhana untuk memperkuat hubungan sosial. Terapis sekaligus pendiri EveryBody Psychotherapy NYC, Pam Skop, mengatakan bahwa momen makan menciptakan ruang percakapan yang terjadi secara alami. Obrolan ringan seperti membahas aktivitas hari itu, rasa makanan, atau menu favorit dapat membuat seseorang merasa diperhatikan dan dihargai. Hal-hal kecil semacam ini berkontribusi besar dalam membangun kedekatan.
Selain itu, makan bersama menjadi kesempatan untuk melatih batasan diri (boundaries) dalam situasi yang santai. Misalnya menolak tambahan makanan dengan sopan atau meminta semua orang menyimpan ponsel selama makan berlangsung. Kebiasaan kecil ini membantu seseorang lebih percaya diri dalam menyampaikan kebutuhan dan batasannya dalam kehidupan sehari-hari.
Makan bersama juga terbukti mampu memperbaiki suasana hati. Menurut Bean, manfaatnya bukan hanya berasal dari makanan, tetapi juga dari rasa terhubung dengan orang lain. Ketika seseorang merasa aman dan nyaman saat makan bersama, sistem saraf menjadi lebih rileks sehingga tubuh beralih dari kondisi penuh tekanan menuju fase 'rest and digest', yaitu kondisi tubuh yang lebih tenang dan optimal untuk mencerna makanan. Di sisi lain, otak juga melepaskan berbagai hormon yang berkaitan dengan perasaan bahagia. Makanan merangsang pelepasan dopamin yang berperan dalam rasa senang dan motivasi, sementara interaksi sosial meningkatkan produksi oksitosin dan endorfin yang mendukung rasa percaya, kedekatan, serta ikatan emosional.
Dengan demikian, makan bersama dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan mental dan emosional. Dengan meluangkan waktu untuk rutin makan bersama orang lain, kita dapat mengurangi rasa kesepian, memperkuat hubungan sosial, melatih batasan diri, dan memperbaiki suasana hati. Jadi, jangan ragu untuk mengundang teman atau keluarga untuk makan bersama dan merasakan manfaatnya sendiri.


