Kebakaran Panas di Prancis: 2.025 Orang Tewas dalam Sepekan
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Panas ekstrem di Prancis
- •2.025 orang tewas dalam sepekan
- •Peningkatan kematian 30 persen
- •Protes dari politikus Prancis
- •Pemerintah harus mengambil tindakan
Panas ekstrem yang melanda Prancis dalam beberapa pekan terakhir telah menyebabkan korban jiwa yang banyak. Menurut Menteri Kesehatan Prancis, Stephanie Rist, sekitar 2.025 orang telah meninggal dunia terkait gelombang panas ekstrem yang melanda negara tersebut. Peningkatan ini tercatat sebesar 30 persen dibandingkan dengan pekan sebelumnya.
Puncak gelombang panas yang melanda Prancis pada pekan 22 Juni telah memecahkan rekor kematian yang pernah tercatat sebelumnya. Menurut laporan dari otoritas kesehatan masyarakat, terdapat 2.025 kematian tambahan pada pekan 22 hingga 28 Juni dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Meskipun demikian, Menteri Kesehatan Prancis memperingatkan bahwa penghitungan tersebut masih jauh dari lengkap.
Peningkatan kematian yang tajam ini telah menimbulkan protes dari sejumlah politikus Prancis. Mereka mengkritik pemerintahan Perdana Menteri Sebastien Lecornu karena tidak memadai dalam membantu Prancis menghadapi kenaikan suhu. Partai Hijau telah mengajukan mosi tidak percaya terhadap pemerintahan Perdana Menteri Lecornu.
Selain itu, laporan dari otoritas kesehatan masyarakat juga menyebutkan bahwa jumlah kematian meningkat sebesar 62 persen di wilayah Paris selama sepekan puncak gelombang panas sejak 22 Juni. Lonjakan serupa juga dilaporkan di wilayah Pays de la Loire. Peningkatan ini menunjukkan betapa parahnya situasi kebakaran panas di Prancis.
Untuk menghadapi situasi ini, pemerintah Prancis harus segera mengambil tindakan untuk membantu warga negara mereka yang terdampak oleh kebakaran panas. Hal ini termasuk meningkatkan pengadaan air, membantu warga yang terdampak dengan fasilitas kesehatan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perluasan tindakan pencegahan kebakaran panas.


