TERKINI
Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?
Kesehatan

Mengenal Andropause pada Pria: Kapan Mulai Terjadi dan Gejalanya

Oleh Redaksi Berita Hari

Mengenal Andropause pada Pria: Kapan Mulai Terjadi dan Gejalanya

Andropause pada pria adalah kondisi penurunan hormon testosteron secara bertahap seiring bertambahnya usia. Kondisi ini dapat ditandai dengan beberapa gejala fisik dan psikologis. Meskipun andropause bagian dari proses penuaan, gejalanya dapat diminimalkan dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Andropause pada pria kapan mulai terjadi? Menurut laman Marion Gluck Clinic, kadar testosteron pada pria mulai menurun secara bertahap sejak usia 30 tahun dengan laju sekitar satu persen per tahun. Penurunan tersebut sebenarnya wajar karena merupakan bagian alami dari proses penuaan. Namun ketika kadar testosteron turun terlalu rendah, kondisi itu dapat memicu munculnya andropause.

Gejala andropause pada pria dapat berupa berkurangnya massa otot, penumpukan lemak, hingga tubuh yang mudah lelah. Beberapa pria juga mengalami perubahan suasana hati dan kondisi psikologis. Sayangnya, masih banyak pria yang tak menyadari gejala andropause karena sering dianggap sebagai bagian biasa dari proses penuaan atau efek kelelahan akibat aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala andropause agar dapat melewati fase ini dengan baik.

Berdasarkan penelitian, sebagian besar pria mulai merasakan gejala andropause pada akhir usia 40-an hingga awal 50-an. Namun, gejala andropause juga bisa muncul lebih cepat jika kadar testosteron turun di bawah batas normal akibat faktor tertentu, seperti obesitas, stres berkepanjangan, atau gaya hidup yang kurang sehat.

Diperkirakan sekitar 30 persen pria berusia 50-an mengalami gejala andropause. Apakah seseorang mengalaminya atau tidak, dipengaruhi oleh berbagai faktor, dari dalam atau luar tubuh. Hingga kini, belum ada satu penyebab pasti yang menjelaskan mengapa andropause terjadi pada pria. Selain faktor usia, beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko munculnya gejala andropause, seperti stres, kecemasan, pola makan yang kurang sehat, serta konsumsi alkohol berlebihan.

Meskipun andropause bagian dari proses penuaan, gejalanya dapat diminimalkan dengan menerapkan gaya hidup sehat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain: berolahraga secara teratur, makan makanan yang seimbang, serta mengurangi stres. Bila gejala andropause mulai mengganggu aktivitas sehari-hari atau memengaruhi kualitas hidup, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Dalam kesimpulan, andropause pada pria adalah kondisi penurunan hormon testosteron secara bertahap seiring bertambahnya usia. Kondisi ini dapat ditandai dengan beberapa gejala fisik dan psikologis. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala andropause agar dapat melewati fase ini dengan baik. Dengan menerapkan gaya hidup sehat dan konsultasi dengan dokter, gejala andropause dapat diminimalkan dan kualitas hidup dapat dipertahankan.

Poin-poin penting tentang andropause pada pria: - Andropause adalah kondisi penurunan hormon testosteron secara bertahap seiring bertambahnya usia. - Gejala andropause dapat berupa berkurangnya massa otot, penumpukan lemak, hingga tubuh yang mudah lelah. - Sebagian besar pria mulai merasakan gejala andropause pada akhir usia 40-an hingga awal 50-an. - Diperkirakan sekitar 30 persen pria berusia 50-an mengalami gejala andropause. - Gejala andropause dapat diminimalkan dengan menerapkan gaya hidup sehat dan konsultasi dengan dokter.

Faq: - Q: Andropause pada pria kapan mulai terjadi? A: Menurut laman Marion Gluck Clinic, kadar testosteron pada pria mulai menurun secara bertahap sejak usia 30 tahun dengan laju sekitar satu persen per tahun. - Q: Apa gejala andropause pada pria? A: Gejala andropause dapat berupa berkurangnya massa otot, penumpukan lemak, hingga tubuh yang mudah lelah.

Gambar: - berlatih olahraga - makan makanan seimbang - mengurangi stres