Sirup Sawit Merah: Solusi Gizi untuk Mencegah Stunting pada Bayi
Oleh Redaksi Berita Hari

Ringkasan Berita
- •Guru Besar UI mengusulkan sirup sawit merah
- •Riset klinis menunjukkan efektivitas sirup sawit merah
- •Sirup sawit merah dapat meningkatkan kadar retinol (vitamin A) pada ibu hamil
Guru Besar UI mengusulkan sirup sawit merah sebagai pelengkap program MBG bagi ibu hamil dan ibu menyusui. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai rekomendasi ini serta dampaknya terhadap kesehatan bayi.
Ibu hamil dan ibu menyusui memainkan peran penting dalam memastikan kesehatan dan perkembangan bayi. Kekurangan vitamin A dan anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR), yang merupakan salah satu faktor utama penyebab stunting. Stunting adalah kondisi bayi yang memiliki tinggi badan di bawah rata-rata, yang dapat berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif mereka.
Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Ratu Ayu Dewi Sartika telah melakukan riset klinis untuk mengetahui efektivitas sirup sawit merah sebagai pelengkap program makan bergizi gratis (MBG) bagi ibu hamil dan ibu menyusui. Hasil risetnya menunjukkan bahwa ibu hamil yang mengonsumsi sirup sawit merah dapat meningkatkan kadar retinol (vitamin A) dalam tubuhnya. Sementara itu, ibu hamil yang tidak mengonsumsi cenderung memiliki risiko melahirkan BBLR 4,4 hingga 1,8 kali lebih tinggi.
Ratu mengatakan bahwa sirup sawit merah tidak dimaksudkan untuk menggantikan program pemerintah, tetapi dapat menjadi komplementer untuk membantu meningkatkan kesehatan ibu hamil dan bayi. Pemerintah telah memberikan kapsul vitamin A dosis tinggi untuk balita dan ibu nifas, namun cakupan pemberian kapsul vitamin A pada ibu nifas baru berkisar antara 50% hingga 70%, dari target 100%. Oleh karena itu, sirup sawit merah dapat menjadi solusi untuk mengisi celah ini dan membantu program pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan lokal serta peningkatan nilai tambah industri sawit nasional berkelanjutan.
Langkah hilirisasi ini sejalan dengan program Asta Cita pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan lokal serta peningkatan nilai tambah industri sawit nasional berkelanjutan. Riset klinis Ratu menunjukkan bahwa sirup sawit merah dapat meningkatkan kadar retinol (vitamin A) dalam tubuh ibu hamil dan mengurangi risiko BBLR pada bayi.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sirup sawit merah dapat menjadi solusi efektif dalam mencegah stunting pada bayi. Oleh karena itu, pemerintah perlu mempertimbangkan untuk mengintegrasikan sirup sawit merah sebagai pelengkap program MBG bagi ibu hamil dan ibu menyusui. Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa bayi Indonesia tumbuh dan berkembang dengan baik dan sehat.


