TERKINI
Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?Dasco Pimpin Rapat Bahas Tindak Lanjut Penyusunan Perpres Ojek OnlineVozinha Mengalahkan Unai Simon di Tim Impian Piala Dunia 2026: Kiper Cape Verde yang MenggembirakanSudaryono Tegaskan Tak Toleransi Praktik Korupsi di Program MBGHarga Emas Antam Naik, Sejumlah Penjual Merek Lain Lebih MurahHari Anak Nasional 2026: BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting untuk Membangun Generasi Indonesia EmasSabar/Reza Rontok di Babak 16 Besar China Open 2026Babak Baru Kasus Blueray: Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka KorupsiJadwal Siaran Langsung Timnas Voli Indonesia vs Korea Selatan: Persiapan Menuju Kejuaraan Tingkat Asia Tenggara dan AsiaDaftar Jalan Tol yang Disiapkan Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur, Apa Keunggulan dan Keterbatasan?Netizen Tidak Setuju Best 11 Piala Dunia 2026 Versi FIFA: Kenapa?
Kesehatan

Waspadai Risiko Kebutaan Akibat Diabetes: 73 Persen Penderita Tak Terdiagnosis

Oleh Redaksi Berita Hari

Waspadai Risiko Kebutaan Akibat Diabetes: 73 Persen Penderita Tak Terdiagnosis

Ringkasan Berita

  • 73 persen penderita diabetes tak terdiagnosis
  • Kementerian Kesehatan meningkatkan layanan skrining retina
  • Guru Besar UGM mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap gangguan penglihatan sebagai konsekuensi normal dari penuaan atau diabetes

Lebih dari 73 persen penderita diabetes di Indonesia belum terdiagnosis. Hal ini menjadi tantangan besar dalam penanganan penyakit tidak menular di Indonesia. Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Em Yunir mengatakan bahwa tingginya angka penderita diabetes yang tidak terdiagnosis membuat banyak orang tidak menyadari dirinya mengidap penyakit tersebut hingga muncul komplikasi serius, termasuk gangguan penglihatan yang dapat berujung pada kebutaan.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), prevalensi diabetes di Tanah Air terus meningkat. Saat ini diperkirakan satu dari sepuluh penduduk Indonesia hidup dengan diabetes. Sementara itu, International Diabetes Federation (IDF) mencatat jumlah penyandang diabetes di Indonesia telah melampaui 20 juta jiwa dan diproyeksikan meningkat menjadi lebih dari 30 juta orang pada 2045. Diabetes yang tidak terkendali akan mempercepat kerusakan organ tubuh, seperti argometer taksi yang terus bergerak semakin cepat seiring tingginya kadar gula darah.

Tak hanya itu, diabetes juga kerap disertai faktor risiko lain seperti hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas, hingga kebiasaan merokok. Kombinasi kondisi tersebut dapat memicu berbagai komplikasi berat, mulai dari penyakit jantung, gagal ginjal yang membutuhkan cuci darah, hingga kerusakan retina mata atau retinopati diabetik. Komplikasi tersebut bukan hanya menurunkan kualitas hidup pasien, tetapi juga meningkatkan beban sosial dan ekonomi keluarga jika tidak ditangani sejak dini.

Untuk menekan risiko kebutaan akibat diabetes, Kementerian Kesehatan bersama UGM dan Roche Indonesia memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan deteksi dini retinopati diabetik. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan pemerintah akan memperluas layanan skrining retina di fasilitas kesehatan primer. Pemerintah berkomitmen tidak hanya mengendalikan diabetes, tetapi juga mencegah komplikasi turunannya secara menyeluruh. Melalui program Cek Kesehatan Gratis, masyarakat dapat memeriksakan gula darah secara berkala dan ke depan layanan skrining retina akan diperluas di Puskesmas.

Guru Besar Ilmu Kesehatan Mata Universitas Gadjah Mada (UGM) Muhammad Bayu Sasongko mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap gangguan penglihatan sebagai konsekuensi normal dari penuaan atau diabetes. Menurutnya, anggapan tersebut justru membuat banyak pasien terlambat mencari pertolongan medis hingga mengalami kerusakan mata permanen. Retinopati diabetik merupakan salah satu komplikasi diabetes yang dapat dicegah. Risiko kehilangan penglihatan dapat ditekan apabila pasien menjalani pemeriksaan mata secara rutin dan mendapatkan terapi sejak dini.

Pertanyaan Umum

Apakah diabetes yang tidak terkendali dapat mempercepat kerusakan organ tubuh?
Ya, diabetes yang tidak terkendali dapat mempercepat kerusakan organ tubuh, seperti argometer taksi yang terus bergerak semakin cepat seiring tingginya kadar gula darah.